Terancam Tenggelam, BMKG Bali Gaet Jepang

Pantai di bali Terancam Tenggelam, BMKG Bali Gaet JepangTerancam tenggelam, BMKG Bali gaet Jepang – Prediksi menyebutkan Bali akan tenggelam pada 2050 akibat naiknya permukaan air laut dan perubahan iklim. Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bali pun bergerak mengantisipasi ramalan bencana mengerikan itu.

Kepala Bidang Informasi dan Data BMKG Bali, Endro Tjahono mengungkapkan pihaknya langsung menjalin kerjasama dengan Jepang mencari solusi atas dampak perubahan iklim hingga 2013 mendatang.

“Dua hari lagi kami akan bertemu beberapa orang dari perwakilan Jepang membicarakan masalah ini, dan terkait isu Bali tenggelam. Pertemuan itu digelar di kantor kami, dan pertemuan itu mencari solusi,“ kata Endro, Selasa 10 Mei 2011.

Bentuk kerja sama ini, kata Endro, berbagai macam penelitian mulai dari membaca situasi cuaca, iklim, dan ketinggian permukaan air laut. “Untuk saat ini kami meneliti peningkatan permukaan air laut dan segalanya nanti terkait masalah yang sedang santer ini. Akan dikaji bagaimana solusinya,” ujarnya.

Sebagai informasi, Bali adalah pulau dikelilingi laut sehingga rentan terkena dampak perubahan iklim. Mencairnya es akibat tingginya penggunaan karbondioksida (CO2), bisa saja menenggelamkan pulau-pulau rentan seperti Bali jika tak diantisipasi sedini mungkin. Apalagi, ditambah polusi asap pabrik dan pembakaran serta pembalakan hutan, makin menambah kengerian bencana itu segera terwujud. “Ya, kalau ulah manusianya seperti itu, ya semua kemungkinan pasti terjadi,“ jelas Endro.

Sementara itu, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Bali, Anak Agung Gede Alit Sastrawan meminta warga Bali ikut berkontribusi sejak dini mengantisipasi bencana ini. “Sia-sia saja menjalankan berbagai macam program kalau toh tidak ada kerjasama dari masyarakat. Maka dari itu, program Bali Green (Bali Hijau) harus benar-benar dijalankan, agar terhindar dari musibah dan bencana tidak kita inginkan,” katanya.

Pemprov Bali sendiri berupaya keras mewujudkan perilaku sehat berbasis lingkungan hidup dengan mewajibkan penggunaan energi ramah lingkungan, ketersediaan lahan hijau, memerangi sampah plastik dan pupuk organik.

Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Powered by WordPress | Designed by: Premium Wordpress Theme, Thanks to Blog Tutorial