Kenapa Clusterisasi Selluler di Indonesia Meresahkan Banyak Pihak?

CLUSTERISASI SELULER Kenapa Clusterisasi Selluler di Indonesia Meresahkan Banyak Pihak?

Peraturan Hard Clusterisasi adalah peraturan yang membatasi pengisian pulsa digital/elektrik. “Sebagai contoh, server pulsa A hanya bisa mensuplai untuk wilayah cluster A saja. Satu cluster sendiri terdiri dari 2 sampai 4 kecamatan. Sehingga jika pengguna Jakarta mengisi pulsa elektrik dari Surabaya, maka pengisiannya akan gagal. Hard Clusterisasi juga memberatkan pihak dealer. “Karena efeknya harga pulsa di retail juga naik, dari Rp300 sampai Rp500 bahkan lebih. Atas kebijakan ini, maka banyak pengusaha yang sudah mengembangkan jaringannya di luar daerah jelas akan merasa rugi.

Kenapa Sistem Clusterisasi meresahkan banyak pihak??

Download LIFLET CLUSTER

Sistem Cluster itu ga ADIL..!! Kenapa?

Logikanya gini, sederhananya ada 5 (lima) pelaku pasar dalam struktur perdagangan layanan seluler;

  1. Operator (produsen) sebagai pelaku pasar utama;
  2. Dealer, perusahaan yang menjual dan mendistribusikan barang (secara partai) yang diproduksi Operator;
  3. Sub dealer, (biasa kita sebut dengan istilah Grosiran, termasuk juga Pedagang dengan pola Server) yang menjual produk layanan seluler (Sub Dealer belanja barang kepada Dealer);
  4. Pedagang Ritel/Eceran, (RS atau Konter). Konter belanja barang kepada Sub Dealer (Grosiran);
  5. Konsumen/User, ini sasaran pasar utama industri layanan telekomunikasi.

Kita (terutama RS / Konter) dipaksa secara sistematis belanja hanya kepada satu Dealer. Kita ga bisa belanja ke dealer lain. Sementara di sisi yang lain, BISAKAH KITA (Konter / Pedagang Eceran) MEMAKSA KONSUMEN UNTUK BELANJA HANYA DI SATU KONTER (anggaplah dibagi wilayahnya di tiap – tiap rt)??

MUSTAHIL BUKAN…?! MAKA, MATILAH KITA KONTER – KONTER DIMONOPOLI DEALER..!

Lalu, Operator bersepakat dengan Dealer untuk menentukan harga jual. Tapi apakah Dealer BERMUSYAWARAH dengan kita dalam menentukan harga jual? TIDAK.!! INILAH YANG DISEBUT DENGAN GA ADIL.

Sistem Cluster itu “Ngacak – Ngacak” Stabilitas dan Struktur Pasar..!! Kenapa?

Dari 5 (Lima) Pelaku Pasar di atas, harusnya semua tertib di jalurnya masing – masing.. Seperti beberapa tahun yang lalu. Dealer hanya jual barang kepada Grosiran / Pedagang Partai (termasuk server) dan dilanjutkan ke pedagang ritel (konter). Pasar jadi kompetitif dengan stok barang dan harga yang juga kompetitif di masing – masing Grosiran. Dulu, harga yang ditawarkan oleh Pedagang Grosir ke Konter bahkan lebih murah daripada harga yang ditawarkan Dealer. Betul ga kawan – kawan?

Sekarang., Dealer kurang ajar., langsung jumping jual barang ke konter, mulai dari elektrik, sampai perdana. Sales “ngamprak” ke mana – mana. Mereka jual 5pc perdana ke konter harganya sama dengan jual 500pc perdana ke Grosir / Pedagang partai. MAKA, MATILAH KITA “GROSIRAN DAN SERVER” DIMONOPOLI DEALER.!

Ujungnya tumbang juga konter – konter, karena Grosiran harus “berpolitik agak licin” demi mensiasati pasar.

INILAH YANG DISEBUT DENGAN “NGACAK – NGACAK” PASAR.

Sistem Cluster itu Memonopoli Pasar.!! Kenapa?

Mereka, para Dealer bagi – bagi wilayah (berdasarkan kecamatan secara umum) sesuka hatinya mereka (emang mereka pikir bapaknya yang punya wilayah?). Lalu masing – masing wilayah di blok pakai “sistem yang lumayan canggih”,  dan mereka pun berpesta pora di wilayah kekuasaannya. Faktanya, para Dealer yang saingan trus kewalahan sendiri dengan dealer saingannya, akhirnya bikin cluster, supaya nyaman mereka semua. MAKA, MATILAH KITA SEMUA PARA PEDAGANG SELULER DIMONOPOLI DEALER..!

INILAH YANG DISEBUT DENGAN MEMONOPOLI PASAR.

Sistem Cluster itu Jahat dan ga Manusiawi.!! Kenapa?

Begitu wilayah udah di blok, harga di naikkan (coba kawan – kawan analisis konsep kenaikan harganya, terlihat angka kenaikannya seperti memaksa kita untuk menjual di harga yang mereka inginkan (titipan operator kali ya?)). Tentunya kita yang rugi, tingkat keuntungan kita berkurang drastis, sementara kita sulit untuk menaikkan harga (karena “nanggung” dan juga kita tetap “saingan” dengan sesama kawan konter). Keuntungan mereka meningkat, kita jebol.  MAKIN GILA, kita belanja dibikin jadwal sekian hari dalam seminggu.,alasannya road plan “tai kucing”..!! Modal cekak, dipaksa belanja untuk beberapa hari. Mandek. Sementara, di akhir pekan, mereka jalan – jalan  bareng, menikmati stok mereka yang dah ludes ditumpuk di konter – konter..! MAKA, MATILAH KITA SEMUA PARA PEDAGANG SELULER DIMONOPOLI DEALER..!!

INILAH YANG DISEBUT DENGAN JAHAT DAN GA MANUSIAWI.

 

Masih banyak kawan – kawan, lanjutkan tulisan ini. Sistem CLUSTER HARUS DIHAPUSKAN.. HARUSSSS…!!!

Silahkan Download LIFLET CLUSTER

Sumber : GERAKAN ”MEMBUNUH” CLUSTERISASI SELULER DI INDONESIA

Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Powered by WordPress | Designed by: Premium Wordpress Theme, Thanks to Blog Tutorial