Ini Dia Baterai Berteknologi Baru, Bisa Perpanjang Hidup Ponsel 10 Kali Lipat

Teknologi Baterai 300x257 Ini Dia Baterai Berteknologi Baru, Bisa Perpanjang Hidup Ponsel 10 Kali LipatKetahanan / daya hidup baterai merupakan komponen vital pada perangkat mobile, seperti ponsel. Secanggih apapun spesifikasi hardware pada suatu ponsel, tak akan berguna jika tak didayai oleh sebuah baterai.

Semakin beragamnya fitur atau aplikasi yang bisa ditawarkan oleh sebuah ponsel atau gadget, tentunya juga dibutuhkan baterai yang memiliki daya hidup lebih kuat dan tahan lama. Guna menyiasati hal itu, banyak vendor ponsel ataupun gadget lainnya yang menyertai perangkatnya dengan baterai berkekuatan maksimal.

Masih terkait dengan itu, baru-baru ini sekelompok insinyur dari Northwestern University dilaporkan telah merancang sebuah baterai lithium-on rechargeable baru yang diklaim bisa meningkatkan kapasitas baterai hingga 10 kali lipat. Menariknya selain memiliki kapasitas lebih besar, baterai itu juga dapat di-charge dengan waktu yang lebih cepat.

Para peneliti tersebut menggabungkan dua pendekatan teknik kima untuk mengatasi dua keterbatasan utama pada baterai – kapasitas energi dan rata-rata waktu charge- dalam satu gerakan. Selain lebih baik untuk ponsel dan iPod, teknologi ini juga bisa membuatnya lebih efisien.

Prinsipnya, electroda baterai lithium-ion modern terbuat dari lembaran graphen. Silikon yang digunakan untuk tujuan yang sama mungkin lebih unggul untuk graphene, namun karena memiliki berbagai keterbatasan dalam hal proses pengisian menjadikan itu praktis tidak berguna.

Nah, peneliti itu pun akhirnya mengembangkan ide untuk mengembangkan sebuah elektroda baterai yang terdiri dari silikon dan lembaran graphene untuk meminimalkan kebiasaan yang tidak diinginkan dari silikon itu. Hasilnya, secara dramatis akan meningkatkan kepadatan energi.

Sementara, lubang dengan diameter antara 10 dan 20 nanometer yang dibor melalui lembaran graphene,diperkirakan dapat mempercepat waktu pengisian baterai hingga sepuluh kali.

Sayangnya, baterai dengan teknologi baru ini sepertinya belum akan keluar setidaknya dalam waktu tiga sampai lima tahun ke depan.

“Teknologi ini bisa dilihat di pasar dalam tiga sampai lima tahun ke depan,” kata para peneliti itu.

 

Sumber : PULSAonline via northwestern.

Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Powered by WordPress | Designed by: Premium Wordpress Theme, Thanks to Blog Tutorial