Dua Mahasiswa Universitas Brawijaya Diduga Menjadi Korban Cuci Otak Aliran NII

Universitas Brawijaya Dua Mahasiswa Universitas Brawijaya Diduga Menjadi Korban Cuci Otak Aliran NIIDua Mahasiswa Universitas Brawijaya diduga menjadi korban cuci otak aliran NII. Keduanya berasal dari Jurusan Ilmu Budaya Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP).

Menurut Yogi Sugito, Rektor Universitas Brawijaya, dari informasi yang ia terima, saat ini ada dua mahasiswanya yang diduga terjerat jaringan NII. “Kalau memang benar, akan ada sanksi,” ucap Yogi pada konperensi pers pelantikan dan rapat kerja pengurus IKA Alumni Universitas Brawijaya 2011-2014.

Menurut Yogi, kejadian seperti ini bukan hal baru di kampusnya. Pada era 1990-an, malah ada juga dosen yang terlibat NII. “Tanpa sanksi pun mereka akan sulit melanjutkan kuliah atau kerja karena benar-benar sudah dicuci otaknya,” ucapnya.

Yogi menyatakan, sejauh ini pihaknya belum mendalami apakah keterlibatan mahasiswanya dengan NII itu sudah terjadi sebelum masuk kampus atau setelah menjadi mahasiswa di UB. “Bila kasus dugaan NII terjadi di kampus, kami akan berusaha mendeteksi, terutama dari kegiatan ekstra kurikuler,” ucapnya.

Kegiatan akademik maupun kemahasiswaan, menurut Yogi, dapat digunakan untuk memonitor mahasiswa di kampus. Namun, pihak kampus sulit memonitor bila kejadiaannya di luar kampus seperti rumah kos atau tempat lainnya.

Namun demikian, kata Yogi, Universitas Brawijaya bekerjasama dengan instansi terkait seperti kepolisian terus berupaya untuk membuat Malang menjadi kota yang aman dan nyaman, termasuk bebas dari pengaruh NII.

Sumber :

http://nasional.vivanews.com/news/read/217659-mahasiswa-brawijaya-diduga-terpengaruh-nii

Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Powered by WordPress | Designed by: Premium Wordpress Theme, Thanks to Blog Tutorial